“Kami akan menindaklanjuti persoalan ini ke Polda Jambi. Kami ingin semua yang menjadi pertanyaan publik diperiksa dan dijelaskan secara terang. Jawaban yang kami terima hari ini belum menjawab apa yang kami pertanyakan dan belum memberikan kepastian mengenai fakta yang terjadi di lapangan,” kata H. Sukarlan.
SWM menegaskan, langkah tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap institusi Polri. Mereka menyebut aksi dilakukan sebagai upaya meminta transparansi, kepastian informasi, serta penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Aksi tersebut akhirnya berakhir dengan massa membubarkan diri secara tertib. Namun, persoalan mengenai dua unit excavator masih menjadi perhatian SWM.
Massa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sesuai koridor hukum dan jurnalistik, sembari menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait status dan penanganan dua unit alat berat yang menjadi sorotan.***




