Wartawan Minta Bukti, Bukan Lari dari Kenyataan: SWM Geruduk Mapolres Merangin, Kecewa Kapolres Tak Temui Massa

Avatar
Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Merangin (SWM) menggelar aksi penyampaian aspirasi di Mapolres Merangin. (INJ/Arie)

Massa kemudian memberikan waktu sekitar 30 menit dan meminta Kapolres Merangin hadir dalam audiensi. Mereka menyatakan akan meninggalkan ruangan apabila Kapolres tidak datang.

Dialog antara massa dan pihak kepolisian pun berlangsung. Sejumlah penjelasan terkait persoalan dua unit excavator disampaikan oleh jajaran kepolisian, termasuk dari pihak Polsek Bangko.

Namun, penjelasan tersebut dinilai sebagian peserta aksi belum menjawab substansi persoalan yang mereka pertanyakan.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Merangin Gelar Hearing dengan PLN ULP Bangko, Bahas Peningkatan Pelayanan Selama Ramadan dan Idul Fitri

Bagi massa, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan, melainkan bukti dan kejelasan mengenai keberadaan alat berat, status hukumnya, siapa yang menangani, bagaimana proses pengamanannya, serta dasar hukum dari setiap tindakan yang dilakukan.

“Wartawan minta bukti, bukan lari dari kenyataan. Kami hanya ingin persoalan ini dijelaskan secara terang dan berdasarkan fakta,” tegas H. Sukarlan.

Baca Juga :  Pawai Ta’aruf Meriahkan Pembukaan MTQ ke-21 Kabupaten Tebo di Rimbo Ulu

Kekecewaan massa semakin bertambah karena Kapolres Merangin tidak kunjung hadir dalam audiensi. Massa menilai kehadiran Kapolres penting untuk memberikan penjelasan langsung terkait persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

Setelah audiensi berlangsung dan tidak memperoleh jawaban yang dinilai memuaskan, massa akhirnya meninggalkan aula Mapolres Merangin dan membubarkan diri secara tertib.

Baca Juga :  Rehabilitasi RTLH Masuki Tahap Akhir, Satgas TMMD Tuntaskan Fasilitas Sanitasi

SWM menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dengan mempertimbangkan membuat pengaduan kepada Polda Jambi. Langkah tersebut, menurut mereka, dilakukan untuk mendapatkan kejelasan serta memastikan seluruh informasi mengenai penanganan dua unit excavator dapat diperiksa secara transparan.