Selain itu, apabila ditemukan lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang berpotensi menyebabkan karhutla, aparat penegak hukum (APH) akan segera melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) untuk menjaga area tersebut sekaligus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem dan kawasan yang memiliki vegetasi kering sangat mudah terbakar. Tim juga terus mengingatkan masyarakat maupun pihak terkait agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap ataupun titik api di sekitar wilayahnya.
Rony kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Selain bisa berasal dari alam, timbulnya api juga bisa berasal dari ulah manusia. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Apalagi konsekuensi dari pembakaran lahan saat ini sudah sangat jelas sanksinya,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak dini.
Dengan patroli gabungan yang dilakukan secara berkala, Satgas Karhutla Kabupaten Tebo berharap potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.***




