Tebo  

Polemik Penunjukan Pj Kades Mangun Jayo, PMD Tebo Klaim Sesuai Mekanisme

Avatar
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tebo, Abdul Malik. (INJ/Ist)

TEBO – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tebo, Abdul Malik, memberikan penjelasan terkait polemik penunjukan dan pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah.

Abdul Malik menegaskan, proses penetapan hingga pelantikan Pj Kepala Desa Mangun Jayo telah dilakukan berdasarkan mekanisme dan pertimbangan yang berlaku.

Ia membantah jika keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga :  Yonif TP 844/KB Libatkan Warga Sekitar dalam Donor Darah HUT ke-80 Persit

Menurut Abdul Malik, sebelumnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangun Jayo memang telah menyampaikan usulan agar Sekretaris Desa (Sekdes) Mangun Jayo ditetapkan sebagai Pj Kepala Desa.

“Memang yang diusulkan oleh BPD Mangun Jayo yang menjadi Pj. Kades adalah Sekdesnya sekarang. Tetapi di sisi lain, sebagian masyarakat menolak dan mengirim surat penolakan kepada kami,” ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Cuaca extrem Memporak Porandakan Atap Rumah Warga Beterbangan di Bawa Angin

Ia menyebut, adanya penolakan dari sebagian masyarakat menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan pemerintah daerah sebelum mengambil keputusan. Dinas PMD tidak hanya berpedoman pada usulan BPD, tetapi juga menghimpun berbagai masukan dari pihak yang berkaitan dengan pemerintahan Desa Mangun Jayo.

Baca Juga :  Rapat Forkopimda Se-Provinsi Jambi, H. Aspan Paparkan Sejumlah Penanganan Konflik

“Kita tetap mempertimbangkan semua pihak, usulan BPD, konsultasi dengan Camat, kemudian adanya surat penolakan dari masyarakat terkait usulan Pj. Kades Desa Mangun Jayo,” jelasnya.

Abdul Malik menjelaskan, setelah mempertimbangkan sejumlah masukan tersebut, pemerintah daerah memilih sosok yang dinilai dapat bersikap netral dalam menjalankan tugas sebagai Pj Kepala Desa.