Diduga Minta Dua Pekerja PETI Dibebaskan, Puluhan Suku Anak Dalam Datangi Polres Merangin

Avatar

MERANGIN – Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Temenggung Jang mendatangi Mapolres Merangin setelah dua orang pekerja yang diduga terlibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, diamankan polisi.

Kedatangan kelompok tersebut diduga untuk meminta agar kedua pekerja dibebaskan. Peristiwa ini sempat memanas ketika kelompok tersebut kembali mendatangi Mapolres Merangin dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Baca Juga :  Polres Tebo Gelar Penandatanganan Fakta Integritas Larangan Penyalahgunaan Narkoba dan Netralitas Anggota Polri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin di Desa Sungai Ulak. Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB, personel Unit Reskrim Polres Merangin mendatangi lokasi dan menemukan dua orang yang diduga sedang melakukan aktivitas PETI.

Kedua orang tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolres Merangin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Ungkap Pelaku Curanmor Di Merangin

Sekitar pukul 14.30 WIB, sejumlah anggota Suku Anak Dalam dari kelompok Temenggung Jang mendatangi Mapolres Merangin untuk menanyakan keberadaan kedua orang yang diamankan. Kedatangan mereka diterima oleh pihak kepolisian, yang kemudian melakukan mediasi sekaligus memberikan penjelasan mengenai proses hukum terhadap kedua pekerja tersebut.

Dalam proses mediasi, polisi turut melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Merangin. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, mediasi belum menghasilkan kesepakatan. Kelompok Temenggung Jang kemudian membubarkan diri.

Baca Juga :  Komposisi DPRD Merangin Periode 2024 Berubah, Ini Hasil Sementara

Situasi kembali memanas sekitar pukul 16.45 WIB. Puluhan anggota Suku Anak Dalam yang dipimpin Temenggung Jang kembali mendatangi Mapolres Merangin dengan jumlah massa yang lebih banyak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah orang dalam kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.