Setelah menerima foto kendaraan tersebut, Iwan mengaku langsung menanyakan keberadaannya kepada sopir. Menurut keterangan yang diterimanya, sopir sedang mengantar orang tuanya berobat ke Padang dan kemudian singgah di kawasan kampus karena ada adiknya yang sedang menjalani wisuda.
“Tanyo lah dengan sopirnyo. Dio baok urang tuo nyo berobat di Padang. Singgah di kampus tu, ado adik dio kuliah di sano,” jelasnya.
“Ku dak tau dio pergi,” tambah Kades.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Dipo yang disebut sebagai sopir ambulans tersebut membenarkan bahwa dirinya membawa kendaraan dinas Desa Markeh ke wilayah tersebut. Ia mengaku baru selesai mengantar ibunya berobat ke Padang dan kemudian menyempatkan diri mampir ke Kampus UNDARI untuk menghadiri wisuda adiknya.
“Balik dari ngantar ibu berobat ke Padang, sekalian mampir,” ujar Dipo
Keberadaan mobil ambulans desa di luar wilayah tugas dan penggunaannya untuk keperluan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat menjadi sorotan. Kendaraan tersebut pada prinsipnya diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan dan kebutuhan kedaruratan masyarakat desa.
Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penggunaan serta pengawasan kendaraan dinas desa, mengingat mobil ambulans semestinya dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan warga Desa Markeh.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai apakah penggunaan kendaraan tersebut telah mendapat izin dari Pemerintah Desa Markeh atau pihak terkait.***




