Geger di Kantor Pemkab Tebo, ASN DLH-HUB EW Diamankan Polisi Terkait Laporan Dugaan Penipuan Rp80 Juta

Avatar

TEBO – Suasana di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mendadak ramai, Senin (14/9/2026). Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial EW, yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-HUB) Kabupaten Tebo, diamankan aparat kepolisian saat berada di ruang kerjanya.

Pengamanan tersebut diduga berkaitan dengan laporan dugaan penipuan yang saat ini tengah ditangani aparat kepolisian. EW diamankan setelah sebelumnya dilaporkan oleh pasangan suami istri berinisial F dan S.
Informasi yang dihimpun, F dan S mengaku mengalami kerugian sekitar Rp80 juta.

Baca Juga :  Tilap Setoran Dana Umrah Yang Rugikan Jemaah Sampai Ratusan Juta Rupiah, Wanita Muda Diringkus Ditempat Persembunyianya

Uang tersebut diduga diberikan kepada EW lantaran adanya janji untuk membantu keduanya mendapatkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo.

Namun, setelah waktu berjalan sekitar dua tahun, pekerjaan yang dijanjikan tersebut disebut tidak kunjung terealisasi. Pasangan tersebut kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan itu kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :  Tim GUNJO Polres Bungo Tangkap Pria 28 Tahun Terkait Dugaan Curanmor, Korban Rugi Rp16 Juta

Sempat Dipanggil ke Ruangan
Kepala Bidang Lalu Lintas DLH-HUB Tebo, Maizar, membenarkan adanya pengamanan terhadap EW di lingkungan kantornya.
Menurut Maizar, sebelum polisi datang, EW sempat dipanggil ke ruangannya untuk dimintai penjelasan mengenai persoalan yang sedang dihadapinya.

“Kita terkejut saat pihak kepolisian datang ke ruangan saya. Sebelumnya, inisial EW ini kita panggil ke kantor untuk kita tanya tentang kasus yang melanda dirinya,” ujar Maizar.
Ia mengatakan, EW belakangan diketahui cukup jarang masuk kantor.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Merangin Amankan Seorang Tersangka Beserta 1 (Satu) Unit Mobil Carry Berisi 16 Galon/Jerigen BBM Bersubsidi Jenis Pertalite

Saat itu, pemanggilan juga berkaitan dengan kendaraan dinas yang digunakan EW dan rencana penarikan kendaraan tersebut.
“Di surat tertulis kita mau membicarakan tentang kendaraan dinas beliau, kita tarik dulu. Belum usai saat saya meminta keterangan dari EW, pihak kepolisian datang,” jelasnya.