Sebuah ironi penegakan hukum tengah dipertontonkan di bawah atap Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaro Jambi

Avatar

MUARO JAMBI – Hampir satu tahun lamanya, berkas perkara dugaan perusakan rumah toko (ruko) di Jalan Bumi Perkemahan, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, terombang-ambing tanpa kepastian. Di satu sisi, korps adhyaksa menilai aksi pembongkaran gembok ruko bukan tindak pidana. Namun di sisi lain, alih-alih menghentikan perkara, jaksa justru terus-menerus mengembalikan berkas ke polisi.

Baca Juga :  Tim Reskrim Polsek Mersam Amankan pelaku dugaan Pengancaman

Sikap mendua kejaksaan ini memantik tudingan miring. Lembaga Swadaya Masyarakat Geliat Anak Negeri (LSM GAN) mencium aroma tak sedap, serta dugaan kesengajaan menghambat penyidikan demi melindungi kepentingan bank pelat merah dan pemenang lelang.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Muaro Jambi, Bukhari, berkukuh bahwa berdasarkan kajian yuridis, unsur pidana dalam perkara yang melibatkan Bank Mandiri ini belum terpenuhi. “Berkas tersebut sudah kami kembalikan ke pihak Polsek Sungai Gelam untuk melengkapi berkas, mulai dari alat bukti, saksi, serta unsur lain,” kata Bukhari, Rabu (1/6/2026).

Baca Juga :  Buronan Specialis Curanmor Dan Bongkar Rumah Tak Berkutik Saat Diciduk Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Merangin Dan Unit Reskrim Polsek Tabir

Anehnya, ketika ditanya mengapa kejaksaan tidak langsung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) jika memang yakin tak ada pidana, Bukhari berdalih pihaknya hanya menunggu dari penyidikan kepolisian.

Baca Juga :  Seorang Wanita di Daerah Merlung Jadi Korban Pembunuhan, Pelaku Langsung Diringkus Polisi

Bahkan, Bukhari mengeluarkan argumen yang dinilai prematur dan berpotensi memotong jalannya penyidikan. Ia mengklaim pembongkaran paksa itu sah karena status kepemilikan aset telah beralih melalui mekanisme lelang resmi. “Terkait perusakan gembok ruko itu kan tidak ada pidananya. Karena (ruko) itu kan sudah milik mereka yang menang lelang,” cetusnya.