Fraksi Demokrat Tebo Sentil Infrastruktur, Kesehatan, dan Data KTP dalam Paripurna LKPJ 2025

Avatar
Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat, Pahlefi, menyampaikan pandangan fraksi terkait LKPJ Bupati Tebo Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Tebo. (INJ/ist)

TEBO – Fraksi Partai Demokrat menyampaikan sejumlah catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tebo Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tebo yang digelar pada 13 April 2026.

Pandangan fraksi tersebut dibacakan oleh Pahlefi selaku juru bicara Fraksi Partai Demokrat. Dalam penyampaiannya, ia menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Tebo, namun tetap menekankan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian ke depan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tebo Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Serahkan Piagam Purna Tugas

“Kami mengapresiasi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Tebo. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal strategis yang perlu menjadi perhatian agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Pahlefi.

Salah satu sorotan utama adalah pembangunan jalan rabat beton di Kelurahan Sungai Bengkal senilai sekitar Rp1 miliar.

Fraksi Demokrat meminta agar proyek tersebut tetap menjadi prioritas pada tahun 2026, mengingat telah melalui seluruh tahapan perencanaan dan pembahasan, mulai dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas PUPR hingga pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Baca Juga :  Pemkab Tebo Terima Masukan DPRD soal Pertanggungjawaban Anggaran 2024

“Pembangunan jalan rabat beton di Kelurahan Sungai Bengkal harus tetap menjadi prioritas pada tahun 2026 karena telah melalui seluruh tahapan,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi Demokrat juga mendorong agar pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp46 miliar dapat dialokasikan minimal Rp6 miliar untuk pembangunan jalan di Kecamatan VII Koto Ilir.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Tebo Ihsanuddin, S.P. Kunjungi Pemondokan Kafilah Tebo di MTQ Provinsi Jambi

“Kami mendorong agar dari pinjaman PT SMI tersebut, minimal Rp6 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan di Kecamatan VII Koto Ilir demi pemerataan infrastruktur,” tambah Pahlefi.