Lima Langkah Menghindari Penipuan Melalui Telepon
Untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan perbankan, BRI mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan berikut.
Pertama, lindungi seluruh informasi rahasia perbankan.
Nasabah tidak boleh memberikan PIN, password, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.
Kedua, jangan mudah percaya dengan panggilan yang mengatasnamakan BRI.
Apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan, nasabah diminta tidak terburu-buru mengikuti instruksi penelepon.
Ketiga, lakukan verifikasi melalui saluran resmi.
Segera akhiri panggilan apabila menemukan indikasi mencurigakan. Selanjutnya, pastikan kebenaran informasi dengan menghubungi layanan resmi BRI atau mendatangi kantor cabang terdekat.
Keempat, pantau aktivitas rekening secara berkala.
Nasabah dianjurkan memeriksa riwayat transaksi melalui aplikasi BRImo dan mengaktifkan notifikasi transaksi agar setiap aktivitas keuangan dapat dipantau.
Kelima, segera laporkan indikasi penipuan.
Jika terlanjur memberikan informasi rahasia kepada pihak lain atau menemukan transaksi yang tidak dikenal, nasabah sebaiknya segera menghubungi BRI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Gunakan Kanal Resmi BRI
Selain mengingatkan mengenai keamanan data, BRI juga mengimbau masyarakat agar hanya mengunduh dan memperbarui aplikasi perbankan melalui sumber resmi.
Nasabah diminta tidak sembarangan membuka tautan maupun memasang aplikasi yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal, meskipun pengirimnya mengaku sebagai petugas bank.




