Tim gabungan Satgas Karhutla, MPA dan RPK ABT masih memfokuskan kegiatan pada pemantauan peringatan kebakaran, respons cepat terhadap informasi titik panas, pengecekan langsung ke lokasi atau ground check, serta upaya pemadaman.
Informasi peringatan titik panas tersebut diperoleh melalui data satelit NASA dan SIPONGI yang kemudian menjadi salah satu dasar bagi tim untuk melakukan pengecekan lapangan.
Dengan demikian, angka luasan kebakaran yang lebih pasti masih membutuhkan proses pengukuran dan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Buka Ruang Pemeriksaan dan Investigasi
Meski demikian, perusahaan menyatakan tidak berhenti pada proses pemadaman.
PT ABT menyatakan mendukung setiap proses pemeriksaan lokasi, verifikasi fakta di lapangan maupun investigasi yang dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengetahui penyebab terjadinya karhutla.
PT ABT juga menegaskan keterbukaan terhadap proses pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan pihak berwenang.
Perusahaan menyatakan siap melakukan evaluasi bersama sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian Bentang Alam Bukit Tigapuluh serta memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Pernyataan resmi tersebut menjadi klarifikasi PT ABT di tengah perhatian publik terhadap kejadian karhutla di wilayah konsesi perusahaan.
Sementara itu, untuk memastikan penyebab dan kronologi kebakaran secara utuh, proses verifikasi lapangan serta investigasi oleh pihak berwenang menjadi bagian penting yang perlu ditunggu.




