Mahasiswa, kata dia, harus memiliki rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta menjadikan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan akhlak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Karakter harus menjadi fondasi. Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama akhlak yang baik. Kompetensi yang kuat harus disertai integritas,” tegasnya.
Selain karakter, perkembangan teknologi juga menjadi perhatian dalam PBAK tahun ini. Rektor mendorong mahasiswa baru untuk mampu memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) secara positif dalam menunjang proses pembelajaran.
Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga diharapkan mampu memanfaatkannya untuk penelitian, pengembangan kreativitas, inovasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
“Kuasailah teknologi, tetapi jangan sampai teknologi menguasai kehidupan saudara. Gunakan teknologi untuk belajar, melakukan penelitian, menciptakan inovasi, mengembangkan kreativitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Nurhuda.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa baru juga didorong aktif mengembangkan diri di luar kegiatan perkuliahan. Membaca, berdiskusi, menulis, mengikuti organisasi, melakukan penelitian dan terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman selama berada di perguruan tinggi.
“Universitas tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang mampu menjawab soal ujian. Universitas ingin melahirkan manusia yang mampu menjawab persoalan kehidupan,” katanya.




