BUNGO – Kasus penembakan terhadap seorang terduga pelaku narkoba di Kabupaten Bungo akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dan pendekatan adat. Kesepakatan damai tercapai setelah berlangsungnya mediasi antara keluarga korban, tokoh masyarakat, lembaga adat, serta jajaran Polres Bungo.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino dan berlangsung dalam suasana musyawarah di Dusun Lubuk Landai.
Tokoh masyarakat Dusun Lubuk Landai sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Bungo-Tebo, Hambali, mengatakan masyarakat tetap mendukung upaya aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Namun, ia berharap setiap tindakan aparat tetap dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
“Kami sepakat perang terhadap narkoba. Tetapi masyarakat juga berharap aparat menjalankan tugas sesuai SOP agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah video penangkapan korban beredar di media sosial. Dalam video itu, warga mempertanyakan tindakan aparat karena korban disebut sudah berada di sungai ketika suara tembakan masih terdengar.
Karena itu, masyarakat meminta Propam Polres Bungo, Polda Jambi hingga Mabes Polri melakukan pemeriksaan secara terbuka guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur dalam penindakan tersebut.
Meski demikian, Hambali menegaskan masyarakat tetap memberikan apresiasi kepada kepolisian atas komitmennya memberantas narkoba di Kabupaten Bungo.
“Kami mendukung polisi memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Tapi kalau ada SOP yang tidak dijalankan dengan benar tentu harus diperiksa,” katanya.




