Jangan Asal Cabut! Ini Cara Aman Mengisi Aki Mobil Setelah Jump Start

Avatar

OTOMOTIF – Aki merupakan salah satu komponen penting yang menunjang sistem kelistrikan kendaraan. Ketika daya aki melemah atau habis, mobil biasanya akan mengalami kesulitan saat dinyalakan, bahkan mesin sama sekali tidak dapat melakukan proses starter.

Salah satu solusi yang sering dilakukan pengendara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah menggunakan kabel jumper atau metode jump start. Cara ini memanfaatkan sumber listrik dari aki kendaraan lain untuk membantu menghidupkan mesin mobil yang mengalami aki tekor.

Baca Juga :  Jangan Langsung Tambah Freon! Ini 5 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin saat Terik

Meski mesin berhasil kembali menyala, bukan berarti kondisi aki sudah normal seperti semula. Pengendara masih perlu melakukan langkah lanjutan agar daya listrik pada aki dapat terisi kembali.

Lantas, berapa lama mesin mobil harus dinyalakan setelah menjalani proses jump start?

Baca Juga :  Suzuki V-Strom SX 250 Makin Kalem dengan Warna Hitam-Abu, Ini Harganya

Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa membiarkan mesin menyala dalam kondisi diam atau idling sudah cukup untuk mengisi ulang aki. Padahal, cara tersebut belum tentu efektif, terutama apabila kondisi aki sudah benar-benar kehabisan daya.

Dikutip dari CarScoops, alternator pada kendaraan memang menghasilkan listrik ketika mesin beroperasi. Namun, saat mesin hanya menyala dalam kondisi stasioner, kemampuan pengisian daya bisa lebih terbatas karena putaran mesin relatif rendah.

Baca Juga :  Ini Letak Perbedaan Pelat Nomor Kendaraan Beli Kredit dan Cash, Simak

Dalam kondisi tersebut, sebagian daya listrik yang dihasilkan alternator juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan komponen kendaraan, seperti sistem pengapian, injeksi bahan bakar, panel instrumen, hingga perangkat kelistrikan lainnya.