Jangan Asal Cabut! Ini Cara Aman Mengisi Aki Mobil Setelah Jump Start

Avatar

Karena itu, berkendara setelah melakukan jump start dinilai lebih efektif dibandingkan hanya membiarkan mesin menyala di tempat. Putaran mesin yang lebih tinggi memungkinkan alternator bekerja lebih optimal untuk membantu mengisi daya aki.

Meski demikian, tidak ada durasi berkendara yang bisa menjamin aki langsung kembali penuh. Lama pengisian bergantung pada tingkat kekosongan aki, kondisi alternator, kapasitas aki, serta beban kelistrikan kendaraan.

Baca Juga :  Usai Diksar, IAI Tebo Resmi Kukuhkan Anggota Baru Menwa

Jika aki sudah terlalu lemah atau mengalami kerusakan, pengisian melalui alternator saja mungkin tidak cukup. Dalam kondisi tersebut, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan di bengkel dan menggunakan pengisi daya aki khusus apabila diperlukan.

Cara Aman Melakukan Jump Start pada Mobil Modern

Selain memperhatikan proses pengisian daya, pengendara juga perlu memahami prosedur jump start yang benar. Hal ini penting karena mobil keluaran terbaru umumnya dilengkapi berbagai perangkat elektronik dan modul komputer yang sensitif terhadap gangguan tegangan listrik.

Baca Juga :  Kawasaki Versys 900 Segera Debut Global, Usung Mesin 4 Silinder dan Tenaga 123 HP?

Kesalahan saat memasang kabel jumper berpotensi menimbulkan percikan api, lonjakan tegangan, hingga kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan titik ground atau massa. Pada mobil yang mengalami aki tekor, kabel positif dihubungkan ke terminal positif (+) aki. Sementara itu, kabel negatif dari kendaraan donor dihubungkan ke titik logam atau ground yang direkomendasikan pada kendaraan penerima, bukan sembarangan menempelkan kabel ke terminal negatif aki yang mati.