Tebo  

Hotspot Karhutla Tersisa di Sumay, Kabut Asap di Tebo Diduga Kiriman dari Selatan

Avatar
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan. (INJ/Ist)

TEBO – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dalam sepekan terakhir terpantau relatif terkendali. Meski demikian, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah, bahkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan berada pada level tinggi.

Berdasarkan hasil pemantauan, titik panas atau hotspot di Kabupaten Tebo saat ini masih terpantau di Kecamatan Sumay. Sementara itu, wilayah kecamatan lainnya dilaporkan nihil hotspot.

Baca Juga :  Hasil Donor Darah Hari Bhayangkara Ke-77 Polres Merangin Diserahkan ke PMI

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, menyampaikan bahwa kabut asap yang menyelimuti wilayah Tebo diduga berasal dari daerah lain. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pergerakan asap terpantau dari wilayah selatan menuju utara.

Meski titik api di wilayah Kabupaten Tebo telah berkurang, BPBD tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran baru. Koordinasi juga dilakukan bersama BPBD dari daerah lain yang masih menghadapi kejadian karhutla.

Baca Juga :  Pendim 0416/Bute Sosialisasikan Program TMMD ke-123 kepada Warga

Sementara itu, titik hotspot terakhir di Kabupaten Tebo tercatat berada di Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Titik tersebut telah ditangani oleh tim gabungan yang melakukan upaya penanggulangan di lapangan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas karhutla di wilayah Tebo mulai terkendali, dampak kabut asap masih perlu diwaspadai. Terlebih, kualitas udara yang memburuk dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Fasilitas Ibadah Terus Dilengkapi, Satgas TMMD Tambah Kran Wudhu Langgar Nurul Fajri

BPBD Kabupaten Tebo terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan. Masyarakat juga diharapkan mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.