Ekobis  

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Nissan Leaf hingga Hyundai Kona Kini Rp200 Jutaan

Avatar
Harga mobil listrik bekas turun ratusan juta, Nissan Leaf hingga Hyundai Kona jadi sorotan. (Ilustrasi AI/NKRI24Jam)

EKOBIS – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menawarkan pilihan dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan banderol saat kendaraan tersebut pertama kali diluncurkan. Sejumlah model yang sebelumnya dijual dengan harga ratusan juta rupiah, bahkan menembus Rp600 juta, kini dapat ditemukan dalam iklan penjualan dengan harga sekitar Rp200 jutaan.

Berdasarkan penelusuran pada platform jual beli kendaraan OLX, Jumat (9/10/2026), terdapat sejumlah mobil listrik bekas yang ditawarkan di kisaran Rp200 juta hingga Rp250 juta di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa model yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya Hyundai Kona Electric, Nissan Leaf, MG ZS EV, MG 4 EV, dan Wuling Cloud EV.

Baca Juga :  Petani Sungai Keruh Keluhkan Kebun Semak Belukar, PT Tebo Indah Diminta Serius Jalankan Kemitraan

Perbedaan harga antara kendaraan baru dan bekas menjadi perhatian calon pembeli yang ingin beralih ke mobil listrik dengan anggaran lebih terbatas. Meski demikian, harga yang tercantum pada platform jual beli merupakan harga penawaran penjual, sehingga belum tentu sama dengan nilai transaksi akhir.

Baca Juga :  Haji Isam Bersiap Masuk BYAN, Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri

Besarnya selisih harga juga perlu dilihat secara cermat. Tahun produksi, varian, kondisi kendaraan, jarak tempuh, riwayat pemakaian, hingga kesehatan baterai dapat memengaruhi harga jual kembali mobil listrik bekas.

Baca Juga :  H-1 Idul Fitri 1445 H, PW IWO Provinsi Jambi Berbagi Kebahagian dengan Menyantuni Anak Yatim dan Bagikan Sembako

Berikut lima model mobil listrik bekas yang ditemukan dalam penelusuran tersebut, lengkap dengan perbandingan terhadap harga baru yang pernah diumumkan di Indonesia.

1. Hyundai Kona Electric 2020 — Rp200 Juta

Hyundai Kona Electric menjadi salah satu model yang mencuri perhatian karena selisih harga penawaran bekasnya cukup besar dibandingkan harga saat pertama kali hadir di Indonesia.