Ekobis  

Bensin Makin Jadi Perhitungan, 5 Motor Matik Ini Diklaim Irit BBM untuk Harian

Avatar
Motor Matik Irit BBM untuk Harian. (INJ/Ist)

Ekobis – Motor matik menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak dipilih untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Pengoperasiannya praktis, dimensinya relatif kompak, serta cukup nyaman digunakan untuk melewati lalu lintas perkotaan.

Di tengah harga bahan bakar yang menjadi salah satu komponen biaya perjalanan, tingkat efisiensi konsumsi BBM juga kerap menjadi pertimbangan sebelum membeli motor. Tak heran jika pabrikan kini berlomba menghadirkan teknologi mesin yang mampu memberikan performa sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Baca Juga :  Layanan Semakin Dekat, Nasabah BRI Rimbo Bujang Kini Bisa Tarik dan Setor Tunai di CRM Indomaret Tegal Arum

Sejumlah motor matik di pasar Indonesia bahkan memiliki angka konsumsi BBM yang dipublikasikan di atas 50 kilometer per liter.

Namun, angka tersebut tidak bisa serta-merta dijadikan patokan mutlak untuk penggunaan sehari-hari.
Perbedaan rute, kondisi lalu lintas, bobot pengendara, tekanan ban, kecepatan, hingga karakter berkendara dapat membuat konsumsi bahan bakar setiap motor berbeda.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Melalui BRImo Mulai Diminati Nasabah BRI di Kabupaten Tebo

Berikut lima motor matik yang memiliki angka konsumsi BBM relatif irit berdasarkan data pengujian atau angka yang pernah dipublikasikan.

1. Yamaha Fazzio Hybrid-Connected

Yamaha Fazzio Hybrid-Connected masuk dalam daftar motor matik dengan angka konsumsi BBM yang cukup tinggi. Skutik 125 cc ini mengusung desain retro modern dan dibekali teknologi Blue Core Hybrid.

Baca Juga :  Hari Terakhir Jelang Masa Tenang, Masnah Busro Senam Sehat di Talangduku, Ribuan Warga Hadir bersama MBZ

Dalam kegiatan Eco-Riding Challenge Yamaha pada 2024, Yamaha Fazzio Hybrid Series mencatat konsumsi rata-rata peserta sebesar 68,9 km per liter.

Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan metode full to full dengan rute Yogyakarta-Solo. Karena dilakukan dalam kegiatan berkendara di jalan raya, hasil tersebut tidak dapat disamakan secara langsung dengan angka dari pengujian laboratorium atau metode berbeda.