Sorot, Tebo  

Pernyataan Suwarno Picu Amarah: Jalan Padang Lamo Hancur, Rakyat Hanya Dapat Janji Tambal Lubang

Avatar
Aktivis Tebo Debi Erwin. (INJ/Ist)

TEBO – Pernyataan soal keterbatasan anggaran yang dijadikan alasan belum dilakukannya pengaspalan Jalan Padang Lamo menuai kecaman keras. Masyarakat menilai solusi berupa penambalan lubang bukanlah jawaban, melainkan bentuk pembiaran yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Kondisi jalan yang rusak parah ini telah lama menjadi keluhan utama warga. Namun hingga kini, belum terlihat langkah serius dari DPRD Provinsi Jambi, khususnya anggota yang duduk di Badan Anggaran (Banggar), untuk memperjuangkan perbaikan menyeluruh melalui APBD.

Baca Juga :  Hadiri Kongres Ke 6 PAN, Masnah : Momentum Perkuat Persatuan

Fungsi Banggar yang seharusnya memastikan anggaran berpihak pada pembangunan dan pelayanan publik dipertanyakan. Publik menilai, jika hasilnya hanya tambal sulam, maka patut diduga tidak ada perjuangan maksimal dalam pembahasan anggaran.

“Kalau hanya menambal lubang, untuk apa mereka duduk di kursi dewan? Masyarakat terus diminta bersabar, sementara jalan tetap hancur,” demikian kritik yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga :  BUNTUT PENANGKAPAN WARGA PANGKALAN JAMBU MERANGIN, RATUSAN WARGA BLOKIR JALAN NASIONAL

Sejumlah pihak bahkan mendesak agar pemerintah provinsi segera mengambil langkah tegas. Jika memang keterbatasan anggaran menjadi alasan utama, opsi pengalihan status Jalan Padang Lamo menjadi jalan nasional dinilai sebagai solusi yang harus diperjuangkan.

Baca Juga :  Pj. Bupati Aspan Cek Warga Terdampak Angin Puting Beliung Di Sungai Rambai

Aktivis Tebo, Debi Erwin, menyatakan dukungannya terhadap kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa suara keras masyarakat ini merupakan bentuk kekecewaan yang sudah memuncak terhadap minimnya perhatian terhadap infrastruktur vital.

“Ini bukan lagi soal sabar atau tidak, tapi soal tanggung jawab. Kalau tidak mampu memperjuangkan, lebih baik mundur,” tegasnya.***