Dalam kondisi cuaca panas, sirkulasi udara yang tidak lancar membuat kabin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu nyaman. Akibatnya, AC terasa kurang dingin meskipun sistem pendingin masih bekerja.
Untuk mengatasinya, periksa kondisi filter kabin sesuai jadwal perawatan kendaraan. Filter yang masih layak dapat dibersihkan sesuai petunjuk pabrikan, sedangkan filter yang sudah terlalu kotor atau rusak sebaiknya diganti.
4. Refrigerant Berkurang akibat Kebocoran
Refrigerant, yang sering disebut freon, merupakan zat kerja dalam sistem AC yang membantu proses pemindahan panas. Jumlahnya harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar pendinginan dapat berlangsung secara optimal.
Sistem AC dirancang sebagai sirkuit tertutup. Karena itu, refrigerant tidak semestinya terus berkurang dalam penggunaan normal. Apabila jumlahnya menurun, salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa adalah kebocoran pada selang, sambungan pipa, seal, atau komponen lainnya.
Ketika suhu lingkungan meningkat, beban pendinginan kabin juga bertambah. Jika jumlah refrigerant tidak sesuai kebutuhan sistem, AC mungkin kesulitan mempertahankan suhu yang diinginkan.
Pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menambahkan freon tanpa pemeriksaan. Teknisi perlu mengecek tekanan sistem dan mencari kemungkinan kebocoran terlebih dahulu agar penanganan sesuai dengan sumber masalah.
5. Kompresor atau Magnetic Clutch Bermasalah
Kompresor berperan mengalirkan refrigerant dalam sistem AC agar proses pendinginan dapat berlangsung. Sementara itu, pada kendaraan yang menggunakan sistem tersebut, magnetic clutch berfungsi menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke kompresor.

