Selain itu, pemerintah memberikan edukasi melalui sosialisasi B2SA atau Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman. Bantuan benih cabai serta pupuk juga diberikan kepada empat kelompok masyarakat untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus meningkatkan produktivitas rumah tangga.
Dengan pendekatan tersebut, ketahanan pangan tidak hanya dipandang dari seberapa banyak produksi pertanian yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman dan bergizi.
Pertanian Tebo Didorong dari Hulu hingga Hilir
Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa penguatan sektor pertanian Tebo dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan benih, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian hingga penguatan cadangan dan distribusi pangan.
Di sektor hulu, pemerintah mendorong peningkatan produksi melalui bantuan benih dan perluasan areal pertanian. Pada tahap produksi, alsintan diberikan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani.
Sementara di sektor hilir, pemerintah memperkuat ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, menyediakan cadangan pangan serta melakukan pengawasan terhadap keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, strategi jemput bola ke pemerintah pusat menjadi salah satu langkah yang ditempuh Agus Rubiyanto dan Nazar Efendi untuk memastikan pembangunan sektor pertanian tetap berjalan.
Dari optimalisasi lahan hingga mekanisasi, dari peningkatan produksi hingga penguatan pangan masyarakat, berbagai program tersebut diarahkan untuk membangun sektor pertanian Tebo yang semakin produktif sekaligus mendukung terwujudnya Tebo Sejahtera 2030.***




