Dari Ratusan Ribu Kilogram Benih, OPLAH Ribuan Hektare hingga Alsintan, Agus-Nazar Jemput Program Pusat untuk Perkuat Pertanian Tebo

Avatar

Sejumlah komoditas lainnya juga mendapat dukungan, di antaranya jagung seluas 434 hektare, kacang tanah 60 hektare, penangkaran kacang tanah melalui APBD Perubahan seluas 9 hektare, kedelai 349 hektare serta pengembangan kawasan durian seluas 35 hektare melalui dukungan APBN.

Mekanisasi Pertanian Terus Diperkuat
Upaya meningkatkan produksi pertanian tidak hanya dilakukan melalui penyediaan benih dan optimalisasi lahan. Pemerintah juga mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian atau alsintan untuk membantu petani bekerja lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Ketua GOW Tebo Hadiri Peringatan Hari Kartini ke-148 Tingkat Provinsi Jambi

Pada 2026, Kabupaten Tebo mendapatkan alokasi berupa 19 unit traktor roda dua, satu unit combine harvester besar dan 12 unit power thresher.

Kehadiran alsintan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan hingga panen. Selain mengurangi beban kerja petani, mekanisasi juga dapat membantu menekan biaya operasional serta meminimalkan potensi kehilangan hasil saat proses panen.

Baca Juga :  Forkopimda Tebo Gelar Doa Bersama Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Dengan demikian, penguatan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam, tetapi juga bagaimana proses produksi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Agus-Nazar Aktif Buka Akses Program APBN

Masuknya berbagai dukungan pemerintah pusat ke Kabupaten Tebo tidak terlepas dari upaya Pemkab Tebo dalam membuka komunikasi dengan kementerian maupun lembaga terkait.

Baca Juga :  Polda Jambi Ungkap 23 Kasus PETI Selama Semester I 2026, Tebo dan Bungo Masuk Wilayah Pengawasan

Bupati Agus Rubiyanto bersama jajaran pemerintah daerah terus mendorong agar kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas Tebo dapat diakomodasi melalui program pemerintah pusat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat ruang fiskal daerah yang terbatas. Ketimbang hanya mengandalkan kemampuan APBD, pemerintah daerah berupaya mencari sumber pembiayaan dan program alternatif yang dapat mempercepat pembangunan.