Kolaborasi yang dibangun melalui festival tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai kepentingan dalam ekosistem kopi.
Petani membutuhkan akses pasar, industri membutuhkan kopi berkualitas, konsumen membutuhkan produk yang memiliki identitas dan cerita, sementara lingkungan membutuhkan model pengelolaan yang berkelanjutan.
Dari Bukit 30 Tebo untuk Pasar yang Lebih Luas
Kehadiran Kopi Robusta Bukit 30 Tebo di Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi kopi Tebo dalam peta perkopian Jambi.
Lebih jauh, festival ini menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa kopi dan konservasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan bersama ketika petani memperoleh manfaat ekonomi dan aspek lingkungan tetap menjadi bagian dari perencanaan serta pengembangan usaha.
Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan kopi dari hulu hingga hilir, memperkuat posisi petani, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus menjaga keberlanjutan lanskap tempat kopi tumbuh.
Kopi Robusta Bukit 30 Tebo — dari kebun, menjaga alam, membangun ekonomi, menuju pasar yang lebih luas.***




