Massa aksi juga membandingkan klarifikasi tersebut dengan keterangan sebelumnya dari Kapolsek Bangko. Menurut massa, dalam keterangan sebelumnya disebutkan adanya keterkaitan dua alat berat tersebut dengan aktivitas pertambangan tanpa izin.
Perbedaan keterangan itu kemudian menjadi salah satu poin utama yang disampaikan dalam aksi. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Jambi meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan yang konsisten, terbuka dan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
Selain itu, massa mendorong agar proses pemeriksaan terhadap dua alat berat tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta informasi mengenai status hukum, kepemilikan serta hasil pemeriksaan kedua alat berat tersebut dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterkaitan dua alat berat tersebut dengan aktivitas PETI masih menjadi persoalan yang dipertanyakan massa aksi. Status hukum dan hasil pemeriksaan resmi terhadap kedua alat berat tersebut tetap mengacu pada proses serta keterangan dari pihak berwenang.***




