Polda Jambi Lakukan Pendalaman Kasus Longsor PETI Sarolangun

Avatar
Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan keterangan pers di Media Center Polda Jambi terkait peristiwa longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun yang menewaskan delapan penambang. (INJ/Ist)

Sebagai bentuk empati, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sarolangun mendatangi rumah duka para korban di Desa Mengkadai untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Usai menerima laporan, aparat kepolisian bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat di Polda Jambi, Termasuk Kapolres Tebo

Sebanyak 123 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian dan evakuasi. Tim gabungan terdiri dari personel Sat Brimob Polda Jambi, Polres Sarolangun, Polsek Limun, BPBD, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran. Selain melakukan evakuasi, petugas juga mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga :  Konflik antara masyarakat dan PT Andika Perkasa Nusantara (APN) di Kabupaten Tebo,Provinsi Jambi Diduga ada peran kades Tanah garo

Tragedi ini kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas tambang ilegal yang mengabaikan standar keselamatan kerja dan aspek lingkungan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin demi mencegah terjadinya korban jiwa di kemudian hari.***