Jambi  

HUT Provinsi Jambi ke-69: Mahasiswa Ingatkan Janji, Gubernur dan Belajar dari Daerah Lain

Avatar
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jambi Riau (HIMAJA) Riau, Fajar Nugraha (INJ/Ist)

JAMBI – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69 menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat Bumi Melayu Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, khususnya pemerintah daerah, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah dan capaian pembangunan yang telah dijalankan selama ini.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jambi Riau (HIMAJA) Riau, Fajar Nugraha, menyampaikan ucapan selamat sekaligus kritik konstruktif kepada Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menilai, hingga usia ke-69 tahun, pembangunan di Jambi belum sepenuhnya dirasakan secara merata dan berkeadilan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Polres Tebo Gelar Apel Pasukan Dalam Rangka Memulai Operasi Patuh Siginjai 2024

“Kami mengucapkan selamat HUT Provinsi Jambi ke-69. Namun, usia ini seharusnya menjadi cermin bersama, apakah pembangunan benar-benar sudah dinikmati seluruh masyarakat atau justru masih terpusat di wilayah tertentu,” ujar Fajar dalam keterangannya.

Baca Juga :  Rugi Besar, Pihak PT MMJ Berharap Polda Jambi Serius Betul Tangani Kasus Pendudukan Ilegal PKS PT PAL

HIMAJA menyoroti masih lebarnya ketimpangan pembangunan antarwilayah di Provinsi Jambi. Menurut Fajar, persoalan infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat di daerah pinggiran masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

“Di usia hampir tujuh dekade, masih banyak masyarakat Jambi yang harus berhadapan dengan jalan rusak, fasilitas pendidikan yang terbatas, serta layanan kesehatan yang belum layak. Ini menjadi indikator bahwa pembangunan belum berjalan secara adil,” tegasnya.

Baca Juga :  Tangkap Beruang yang serang warga, BKSDA Jambi pasang Perangkap

Selain itu, HIMAJA juga menagih realisasi janji-janji politik Gubernur Jambi yang dinilai belum sepenuhnya diwujudkan. Fajar menekankan bahwa masyarakat tidak membutuhkan sekadar slogan atau program di atas kertas, melainkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.