Mahasiswa dan Pemuda Merangin Geruduk Polda Jambi, Buntut BB Operasi PETI

Avatar
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Merangin menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Jambi dan Ditpropam. (INJ/Ist)

JAMBI – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Merangin menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Jambi dan Ditpropam, Jumat (12/12/25) menuntut kejelasan hilangnya dua alat berat PETI yang sebelumnya diamankan di Polsek Jangkat. Dua alat berat tersebut diduga dilepaskan tanpa dasar hukum yang jelas.

Aksi mahasiswa berlangsung panas, massa membakar ban di depan gerbang Polda Jambi sebagai bentuk kekecewaan dan tekanan agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Proyek Turap 20 Miliar Anggaran BPBD 2025 Tidak Mematuhi K3, Kajian Amdal Dipertanyakan

Dalam tuntutannya, massa meminta Polda Jambi memeriksa Kapolres Merangin, Kanit Reskrim, serta tiga Kapolsek yang dilewati dalam alat, yaitu Kapolsek Jangkat, Kapolsek Lembah Masurai, dan Kapolsek Muara Siau

Mereka juga mendesak agar Kapolres Merangin dan ketiga Kapolsek dicopot bila terbukti lalai dan pembiaran atau terlibat dalam pelepasan alat berat tersebut.

Baca Juga :  Petani Geram, PT. Tebo Indah Dinilai Abai: “Kalau Tak Sanggup, Balikkan ke Petani!”

Mahasiswa: “Pelepasan Alat Berat Langgar Aturan ! “

Menurut mahasiswa, pelepasan barang bukti tanpa prosedur yang benar melanggar aturan hukum, seperti:
• KUHAP Pasal 38–39, yang mengatur bahwa barang bukti harus disita dan dijaga hingga proses hukum selesai.
• UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yang mewajibkan polisi menegakkan hukum secara profesional.
• Aturan internal Polri tentang pengelolaan barang bukti, yang melarang melepas barang bukti tanpa administrasi dan alasan hukum yang sah.

Baca Juga :  Alat Berat Dikeluarkan dari Polsek, Penegakan Hukum Kasus PETI Jangkat Dipertanyakan

Kanit Tipidter : “Selasa Akan Ada Kejelasan”

Dalam dialog di lokasi aksi, Kanit Tipidter Polda Jambi menyampaikan bahwa laporan mengenai hilangnya dua alat berat tersebut akan diproses.
Saat mahasiswa menanyakan batas waktunya, Kanit Tipidter menjawab bahwa kejelasan kasus akan disampaikan Selasa depan.