Audiensi dengan Menteri Transmigrasi, Bupati Tebo Angkat Persoalan Akses Jalan Warga Transmigran

Avatar
Bupati Tebo menghadiri Rapat Kerja Nasional V DPP Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) yang dirangkaikan dengan audiensi bersama Menteri Transmigrasi RI di Jakarta, sebagai forum penyampaian aspirasi daerah terkait pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigran. (INJ/Ist)

TEBO – Bupati Tebo Agus Rubiyanto menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Anak Transmigran (DPP PATRI) yang dirangkaikan dengan audiensi bersama Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, di Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam membahas berbagai persoalan transmigrasi, khususnya menyangkut kondisi riil yang dihadapi masyarakat transmigran di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Bupati Tebo Serahkan Bantuan Balita Stunting, Gubernur Jambi Dukung Program GENTING

Dalam audiensi tersebut, Bupati Tebo menyampaikan secara langsung aspirasi masyarakat transmigran kepada Menteri Transmigrasi, dengan menyoroti persoalan infrastruktur dasar yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di kawasan transmigrasi.

Baca Juga :  Dorong Mutu Pendidikan, Pemkab Tebo Gandeng Tanoto Foundation Selenggarakan Workshop

Bupati menegaskan bahwa akses jalan yang belum memadai berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Keterbatasan infrastruktur transportasi membuat aktivitas warga menjadi tidak optimal, terutama di wilayah permukiman transmigran yang relatif terpencil.

Selain itu, kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui juga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Dalam situasi darurat, keterbatasan akses tersebut berpotensi memperlambat penanganan medis yang dibutuhkan warga.

Baca Juga :  Dr. Sindi Hadir di BPSDMD Sumsel: Dorong CPNS Tebo Tunjukkan Aktualisasi BerAKHLAK

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, keterbatasan infrastruktur jalan juga menghambat distribusi hasil pertanian. Hal ini berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan pendapatan petani transmigran, sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.