PETI di Tanjung Benuang diduga Milik ” BL ” Menggila, Lingkungan Rusak, Aparat Bungkam

Avatar

Masyarakat setempat kini menuntut keberanian Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan. Tidak hanya sekadar operasi formalitas, tapi penindakan yang serius, transparan, dan menyentuh aktor-aktor di balik layar. Jika tidak, praktik ini hanya akan menjadi lingkaran setan: tambang ilegal berjalan, kerusakan alam meluas, sementara negara dirugikan.

Baca Juga :  Warga dan LSM Desak Pencopotan Kades Kembang Seri

Kasus PETI di Tanjung Benuang adalah potret nyata betapa hukum bisa tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Publik menunggu: apakah APH berani menegakkan aturan dengan adil, atau justru membiarkan emas-emas itu terus digali tanpa izin, sambil menutup mata terhadap kerusakan yang ditimbulkan.***

Baca Juga :  Kuota Haji Jambi 2026 Naik 12 Persen, 3.276 Jemaah Dijadwalkan Berangkat

Arie