Sat Intelkam Polres Merangin Cek Harga Cabai Yang Tak Stabil Menjelang Nataru

Avatar

Infonegerijambi.com, MERANGIN – Menjelang momen natal dan tahun baru (Nataru) harga cabai rawit di pasaran di provinsi Jambi terutama dikabupaten Merangin masih stabil kisaran harga.

Jika beberapa minggu sebelumnya, cabai di pasaran dijual dengan harga Rp 80-100 Ribu per Kilogram (Kg) kini naik menjadi Rp 85 ribu per Kg-nya. Dengan harga tertinggi

Berdasarkan data yang beredar luas dikalangan masyarakat , Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto, S.,H, S.I.K.,M.M.,M.Tr.SOU. melalui Kasat Intel AKP. Malik, perintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan untuk kebenaran meroketnya harga cabai di pasar. Dengan harga Rp. 120.000,-

Baca Juga :  Polres Tebo Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal di Dusun Margodadi

Gerak cepat, hasil pantauan sat Intelkam di Pasar Baru Kab Merangin, Rabu, (06/12/2023) harga cabai memang bervariasi dari Rp 65.000, Rp. 70.000, hingga 80.000 per kg nya.(seminggu terakhir)

Salah satu pedagang mengatakan, Untuk harga cabai dipasaran kadang tidak stabil dengan harga yang bermacam-macam.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tebo Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Serahkan Piagam Purna Tugas

“Kalau saya menjual harga cabe cuma belum pernah diatas Rp. 100.000,-. Kita hanya menjual paling tinggi cuma Rp. 80.000,- saja” ungkap Tuti agen cabe Pasar Baru Kab Merangin.

AKBP Ruri Roberto, S.,H, S.I.K.,M.M.,M.Tr.SOU. Melalui Kasat Intel AKP. Malik mengatakan. Dengan hebohnya tinggi harga cabai dipasaran. Polres Merangin melalui sat Intel langsung melakukan pengecekan harga cabai menjelang Natal dan tahun baru tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Tebo Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi dalam Mengungkap Kasus Pencurian dan Pembunuhan

“Kita sudah lakukan pengecekan dilapangan. Untuk harga cabe saat ini bervariasi, mulai dari harga Rp. 65.000, Rp.70.000, Hingga Rp. 80.000. untuk stok cabe hingga natal dan tahun baru sepertinya masih aman.” Tegas Kasat Intelkam tersebut.

Penyebab kenaikan ini disebut adanya gagal panen akibat kemarau dipertengahan tahun 2023 dan lantaran harga dari pemasok terus mengalami Fluktasi karena tingginya permintaan jelang momen Nataru. (***)

You cannot copy content of this page