OTOMOTIF – Kenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi mesin, tetapi juga kesehatan komponen kaki-kaki kendaraan. Salah satu perawatan yang kerap luput dari perhatian pemilik mobil adalah wheel balancing atau penyeimbangan roda.
Perawatan ini memiliki fungsi berbeda dari spooring. Jika spooring bertujuan mengoreksi sudut keselarasan roda sesuai spesifikasi kendaraan, balancing dilakukan untuk memastikan distribusi bobot ban dan pelek tetap seimbang ketika berputar.
Roda yang tidak memiliki keseimbangan bobot dapat menimbulkan getaran, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan berkendara dan mempercepat keausan sejumlah komponen.
Ketidakseimbangan roda bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari benturan ketika melintasi jalan berlubang, perubahan kondisi ban selama pemakaian, hingga bergesernya pemberat pada pelek. Karena itu, pemilik kendaraan perlu mengenali gejala yang menunjukkan bahwa balancing sudah diperlukan.
Mengutip informasi dari situs resmi Auto2000 yang diakses pada Selasa (20/10/2026), salah satu indikasi masalah pada keseimbangan roda adalah perubahan karakter kendaraan saat dikemudikan. Mobil dapat terasa kurang stabil, sementara kemudi mengalami getaran ketika melaju pada kecepatan tertentu.
Kapan Mobil Perlu Melakukan Balancing?
Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan pengendara untuk menentukan waktu yang tepat melakukan penyeimbangan roda.
1. Setelah Menempuh Jarak Sekitar 10.000 Kilometer




