Balancing dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perawatan berkala, misalnya setiap 10.000 kilometer atau sekitar enam bulan, dengan menyesuaikan kondisi kendaraan dan rekomendasi bengkel.
Intensitas pemakaian, karakter jalan yang dilalui, serta kondisi ban dapat memengaruhi kebutuhan perawatan. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi ketidakseimbangan sebelum menimbulkan gangguan yang lebih serius.
2. Ketika Mengganti atau Memasang Ban Baru
Pemasangan ban baru sebaiknya disertai proses balancing. Sebab, distribusi bobot antara ban dan pelek tidak selalu merata meskipun komponen tersebut masih dalam kondisi baru.
Teknisi biasanya menggunakan mesin balancing untuk mengidentifikasi titik yang tidak seimbang, kemudian memasang pemberat pada posisi yang diperlukan. Langkah ini bertujuan membuat putaran roda lebih stabil saat kendaraan digunakan.
3. Setir Bergetar pada Kecepatan Tertentu
Getaran pada setir, khususnya ketika mobil melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi, merupakan salah satu gejala yang patut diwaspadai.
Sebagai contoh, getaran mungkin mulai terasa ketika kendaraan mencapai kisaran 60–100 kilometer per jam. Jika gejala tersebut muncul berulang, pengendara disarankan memeriksakan roda ke bengkel untuk memastikan penyebabnya.
Meski demikian, setir bergetar tidak selalu disebabkan oleh balancing. Kerusakan ban, pelek yang bengkok, masalah pada komponen suspensi, atau sistem kemudi juga dapat memicu gejala serupa.
4. Setelah Mobil Menghantam Lubang atau Pembatas Jalan
Benturan keras ketika melintasi lubang atau mengenai trotoar bisa memengaruhi kondisi ban dan pelek. Pada situasi tertentu, pemberat roda juga dapat bergeser atau terlepas sehingga keseimbangan roda berubah.




