JAMBI – Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) bekerja sama dengan Polda Jambi kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) seri ke-4 tahun 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Hak Sipil dan Politik (SIPOL): Meneguhkan Supremasi Sipil dan Checks and Balances.” FGD berlangsung di Hotel Ratu Duo, Kota Jambi, Kamis (10/9/2026).
Forum ini menjadi ruang dialog lintas elemen untuk membahas penguatan hak sipil dan politik masyarakat, sekaligus pentingnya supremasi sipil serta mekanisme checks and balances dalam kehidupan demokrasi.
Direktur Pusakademia, Dr. Mochammad Farisi, LL.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa kualitas demokrasi tidak semata-mata diukur dari pelaksanaan pemilu. Menurutnya, demokrasi juga harus dilihat dari sejauh mana hak sipil dan politik masyarakat dihormati serta ruang partisipasi publik terus diperkuat.
“Demokrasi yang kuat membutuhkan hak sipil dan politik yang terlindungi, partisipasi masyarakat yang bermakna, serta mekanisme checks and balances yang berjalan sehat. Karena itu, dialog lintas elemen seperti ini penting untuk membangun demokrasi yang semakin substantif dan berkeadaban,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Jambi, Kombes Pol. Yuli Haryudo, S.E., menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan demokrasi.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola melalui dialog, penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia, serta mekanisme yang demokratis dan konstitusional.




