TEBO — Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Universitas Islam Tebo menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tebo, Atitul Fiadiah, S.H., M.H., sebagai pemateri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Islam Tebo, Dr. Nurhuda, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pimpinan universitas serta mahasiswa baru peserta PBAK 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Atitul Fiadiah menyampaikan materi bertema “Demokrasi dan Masa Depan Indonesia”. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami sekaligus mengambil peran dalam menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu maupun pemerintah. Mahasiswa sebagai generasi muda juga memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi sejak dari lingkungan kampus.
“Demokrasi dimulai dari kampus. Mahasiswa harus aktif, kritis, toleran, dan bertanggung jawab untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kampus merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, berdiskusi secara sehat, serta mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.
Atitul juga mendorong mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Sikap kritis, kata dia, harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Tebo Dr. Nurhuda, S.Pd., M.Pd., menyambut baik materi yang disampaikan Ketua KPU Tebo tersebut. Menurutnya, pembekalan mengenai demokrasi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.




