Pemkot Sungai Penuh Gandeng IDI, Dorong Inovasi untuk Tekan Stunting

Avatar

Sungai Penuh– Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh berkomitmen mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Upaya terbaru adalah mendorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kerinci-Sungai Penuh menciptakan inovasi efektif dalam program pencegahan stunting.

Walikota Sungai Penuh, Alfin, menyatakan kolaborasi antara Pemkot dan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis anak, sangat penting untuk upaya preventif.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Polres Tebo dan Warga Bersih-bersih di Tanggo Rajo

“Kami sangat memerlukan adanya inovasi dari IDI Cabang Kerinci – Sungai Penuh terkait program pencegahan stunting di Kota Sungai Penuh. Peran tenaga kesehatan sangat di butuhkan dalam hal tersebut” Ujar Alfin.

Walikota Sungai Penuh yang mempunyai Visi Juara juga memaparkan program yang telah berjalan, yakni gerakan sosial “3S” (Satu Canting Beras, Seribu Rupiah Uang, dan Sebutir Telur). Program iuran wajib OPD ini bertujuan menambah kontribusi gizi bagi anak-anak yang membutuhkan.

Baca Juga :  Kapolres Tebo Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian TMT Mei 2024

Menanggapi hal tersebut, Ketua IDI Cabang Kerinci-Sungai Penuh, Armiza menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah Kota Sungai Penuh dalam upaya pencegahan stunting

“Inovasi yang akan difokuskan adalah pada penyediaan layanan kesehatan dan edukasi komprehensif kepada orang tua, sebagai bagian dari dukungan terhadap program Astacita Presiden RI. Tegas Armiza.

Baca Juga :  PJ Bupati Tebo H Aspan ST serahkan Bantuan Beda rumah Di Desa Jati Belarik

Hingga saat ini angka kasus stunting di Kota Sungai Penuh mengalami penurunan yang signifikan hingga 50 persen. Data menunjukkan, kasus stunting turun dari 36 kasus pada Oktober 2024 menjadi 18 kasus pada periode yang sama di tahun 2025. Tutupnya (Guh)