Jambi  

PetroChina Raih Penghargaan Platinum P2-HIV/AIDS dari Kemnaker RI

Avatar
perwakilan perusahaan penerima penghargaan P2-HIV/AIDS kategori Platinum, termasuk PetroChina International Jabung Ltd. ( INJ/IST)

JAMBI – PetroChina International Jabung Ltd. meraih penghargaan kategori Platinum dalam program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2-HIV/AIDS) di tempat kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjalankan program secara berkelanjutan.

Penghargaan Platinum merupakan kategori tertinggi yang diberikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 45 Tahun 2026.

Baca Juga :  Tifatul Sembiring Ungkap Muhammadiyah dan NU Akan Rayakan Lebaran Idul Fitri 2023 pada Waktu yang Beda: Persatuan Tetap Dijaga Ya..

Penghargaan ini ditandatangani langsung oleh Yassierli dan diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan program P2-HIV/AIDS secara optimal di lingkungan kerja.

Penilaian dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja.

Baca Juga :  Ditreskrimsus Polda Jambi Lakukan Pengawasan Harga Minyak Kita dan Beras SPHP

Evaluasi meliputi berbagai aspek implementasi kebijakan dan program yang dijalankan perusahaan.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi langkah dan komitmen PetroChina yang dinilai konsisten menjalankan program secara terstruktur dan berkelanjutan di wilayah operasional Blok Jabung, meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk PetroChina, tetapi juga menjadi motivasi bagi perusahaan lain di Jambi. HIV/AIDS adalah masalah bersama, sehingga dunia usaha harus terlibat aktif,” ujar Al Haris.

Baca Juga :  Hut Radar Tanjab, Adakan Turnamen Domino, Dengan Hadiah 60 Juta

PetroChina dinilai unggul dalam sejumlah indikator, antara lain penerapan kebijakan non-diskriminasi, pelaksanaan edukasi rutin, penyediaan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), serta dukungan terhadap pekerja dan masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS.