S4 GENTING, Inovasi Agus-Nazar Gerakkan ASN Tebo untuk Percepat Penurunan Stunting

Avatar

Pengumpulan bantuan dilaksanakan setiap tanggal 17, bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN), di lingkungan perangkat daerah. Beras, telur, susu, dan uang yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada keluarga penerima manfaat sesuai sasaran program.

Raih Penghargaan Provinsi, Ikuti Genting Award Nasional

Upaya Pemerintah Kabupaten Tebo melalui S4 GENTING telah memperoleh pengakuan berupa penghargaan dari BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi. Penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan gerakan berbasis kepedulian dan partisipasi bersama dalam mendukung penurunan stunting.

Baca Juga :  MoU Kejaksaan dengan Pemda se-Jambi, Bupati Tebo: Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Saat ini, S4 GENTING juga mengikuti Genting Award Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi Kabupaten Tebo di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan potensi gerakan gotong royong ASN sebagai salah satu pendekatan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Tebo Terima Kunjungan BPK RI Perwakilan Jambi

Keunggulan program ini terletak pada konsepnya yang sederhana dan melibatkan banyak pihak. Kontribusi yang relatif kecil dari setiap ASN dihimpun menjadi bantuan bersama, sehingga dukungan kepada masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sumber pendanaan.

Hampir 300 Keluarga Telah Menerima Manfaat

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tebo, jumlah Keluarga Berisiko Stunting yang telah diverifikasi pada 2025 mencapai sekitar 22 ribu keluarga.

Baca Juga :  Pemerintah Kecamatan Nipah Panjang Laksanakan Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2026

Sementara itu, dari dua kali pelaksanaan S4 GENTING dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga telah memperoleh manfaat. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan kepada keluarga sasaran, mengingat masih banyak keluarga berisiko yang belum terfasilitasi.