Bersamaan dengan Rencana Masuk BYAN
Pengungkapan gadai saham tersebut muncul ketika rencana Haji Isam untuk membeli saham BYAN juga mengalami perkembangan.
Transaksi tersebut berkaitan dengan rencana pembelian saham BYAN yang sebelumnya dimiliki oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut adanya perubahan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA).
Dalam perubahan perjanjian tersebut, jumlah saham BYAN yang akan dialihkan meningkat dari 10.000.000.500 saham menjadi 10.084.088.370 saham.
Penambahan sebanyak 84.087.870 saham tersebut membuat porsi saham BYAN yang menjadi sasaran transaksi meningkat menjadi sekitar 30,25 persen.
Perubahan tersebut memperkuat perhatian pasar terhadap langkah kelompok usaha Haji Isam dalam memasuki struktur kepemilikan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia tersebut.
Namun, berdasarkan keterbukaan informasi yang tersedia, penyelesaian transaksi pembelian saham BYAN masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah kondisi atau persyaratan pendahuluan yang telah disepakati para pihak.
Belum Ada Konfirmasi Keterkaitan Pembiayaan
Meski penandatanganan akta gadai saham JARR dan perkembangan rencana pembelian saham BYAN terjadi dalam periode yang berdekatan, belum terdapat konfirmasi resmi bahwa fasilitas kredit yang dijamin menggunakan saham JARR tersebut digunakan untuk mendanai transaksi pembelian saham BYAN.
Karena itu, hubungan langsung antara fasilitas kredit Bank Mandiri dengan rencana akuisisi saham BYAN belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterbukaan informasi JARR.




