Sorot  

PETI di Tebo Ilir Kian Disorot, Warga Sebut Ada Sosok Diduga Kebal Hukum

Avatar
Ilustrasi. (INJ)

TEBO – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, kembali menjadi sorotan masyarakat. Meski penertiban disebut beberapa kali dilakukan, aktivitas tambang ilegal di sejumlah titik disebut masih tetap berjalan.

Warga menilai praktik PETI di kawasan tersebut semakin meresahkan karena berdampak terhadap lingkungan, merusak bantaran sungai, serta berpotensi mencemari sumber air masyarakat.

Baca Juga :  Charta Politika Rillis Survey Terbaru di Tanjabtim, Elektabilitas Romi Hariyanto - Sudirman 71,8 % unggul Jauh Dari Alharis - Abdullah Sani yang Hanya 18,8%.

Selain itu, keberadaan tambang ilegal juga dikhawatirkan memicu kerusakan jalan, kebisingan alat berat, hingga konflik sosial antarwarga akibat perebutan lokasi tambang.

Yang menjadi perhatian publik, masyarakat menyebut ada pihak-pihak tertentu yang diduga menjadi pengendali aktivitas PETI namun seolah tidak tersentuh penegakan hukum.

Salah satu nama yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat berinisial M, yang disebut-sebut cukup dikenal dan dinilai kebal terhadap hukum karena aktivitasnya diduga terus berjalan tanpa hambatan berarti.

Baca Juga :  Restorasi Bohong! PT ABT Disegel, Aktivis: Jangan Cuma Gertak Sambal

“Kalau pekerja lapangan kadang ditertibkan, tapi yang besar-besar seperti tidak pernah tersentuh. Itu yang jadi pertanyaan masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih dalam menindak para pelaku PETI, terutama pihak yang diduga menjadi pemilik modal maupun koordinator lapangan.

Baca Juga :  Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo Hadiri Pelantikan di Jambi

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan di Kecamatan Tebo Ilir agar aktivitas tambang ilegal tidak terus berkembang dan menimbulkan kerusakan lebih luas.***