Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 59 siswa dari beberapa sekolah yang menerima pasokan MBG dari SPPG Sengeti harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin. Pemerintah daerah memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan anak-anak. Soal biaya, semuanya kami gratiskan,” tegas Bupati Bambang Bayu Suseno.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga siswa masih terus berdatangan ke rumah sakit. Dugaan keracunan MBG masih dalam penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak terkait.***





