Kasus Dugaan Keracunan MBG, Puluhan Murid Masuk RSUD Ahmad Ripin

Avatar
Suasana RSUD Ahmad Ripin, Kabupaten Muarojambi, Jumat (30/1/2026), dipadati orang tua dan keluarga murid menyusul puluhan siswa SD yang diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan menjalani perawatan medis. (INJ/Ist)

MUARO JAMBI – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 118/IX Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin setelah diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

Sejak siang hingga sore hari, rumah sakit milik daerah tersebut tampak dipadati para siswa yang mengalami keluhan kesehatan, disertai orang tua dan keluarga yang terus berdatangan. Sejumlah anak dilaporkan mengalami mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah.

Baca Juga :  Tak hanya Al - Kahfi,ini surat-surat yang di baca Rasulullah SAW di hari Jum'at

Salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, anaknya yang masih duduk di kelas IV mulai mengeluhkan mual tak lama setelah menyantap menu MBG. “Katanya siang itu makan soto. Sekitar jam setengah tiga mulai mual,” ujarnya di RSUD Ahmad Ripin.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Jambi Telah Mengidentifikasi Belasan Orang Diduga Pelaku Perusakan Kantor Gubernur

Peristiwa ini juga mendapat perhatian langsung dari jajaran Pemerintah Kabupaten Muarojambi. Bupati Bambang Bayu Suseno bersama Wakil Bupati Jun Mahir dan Sekretaris Daerah Budi Hartono terlihat berada di RSUD Ahmad Ripin untuk memantau kondisi para siswa yang dirawat.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Sengeti, Akbar Amrullah, menyampaikan bahwa proses pengolahan dan penyajian makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Ia menyebut, sejak SPPG Sengeti yang berada di bawah naungan Yayasan Aziz Ulkia Amanah beroperasi pada November 2025, insiden serupa baru kali ini terjadi.

Baca Juga :  Ratusan Warga Datangi Kejari Muaro Jambi, Warga: Bebaskan Rahmat Dari Hukum Atas Laporan Kades

“Prosedur sudah dijalankan sesuai ketentuan. Untuk penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan dan akan kami simpulkan setelahnya,” kata Akbar.