Gubernur Jambi Targetkan Jalan Khusus Batu Bara Tuntas 2026, Underpass PT SAS Berpeluang Dilanjutkan

Avatar
Gubernur Jambi Al Harus. (INJ/Ist)

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Al Haris meminta agar para pengembang mengoptimalkan peran forkopimda dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sosial di lapangan.

“Kalau kendalanya di masyarakat, kita punya bupati, wali kota, camat, kepala desa. Ini bisa dikomunikasikan. Kalau menyangkut perusahaan, kita bisa memediasi,” ujar Al Haris.

Al Haris menegaskan, persoalan angkutan batu bara di Jambi sudah berlangsung lama dan harus segera dituntaskan. Menurutnya, pembangunan jalan khusus merupakan solusi agar angkutan batu bara tidak lagi melintas di jalan nasional, sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Tekankan Sinkronisasi Daerah dan Pusat dalam Pembangunan

Ia juga menekankan bahwa sektor pertambangan batu bara memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, termasuk menyerap ribuan tenaga kerja, mulai dari sopir angkutan hingga pekerja tambang.

Baca Juga :  Perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Berlangsung Aman dan Kondusif di Kota Jambi, Alharis : terima kasih kepada Polri, TNI, dan seluruh pihak terkait

Terkait persoalan underpass PT SAS di Kota Jambi, Al Haris menyatakan telah menyerahkan penanganannya kepada Wali Kota Jambi beserta jajaran hingga tingkat RT.
“Sepanjang pembangunan tidak merusak tatanan yang ada, seharusnya bisa tetap berjalan. Kalau memang mentok dan tidak ada solusi, baru kita siapkan alternatif lain,” katanya.

Baca Juga :  Dikejar Kurang dari Sehari, Tiga Pelaku Perampokan Gading Jaya Terjaring Polisi

Menurut Al Haris, pendekatan langsung kepada masyarakat terdampak serta pembuktian bahwa proyek tidak berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan warga menjadi kunci penyelesaian konflik.
Di tengah berbagai hambatan tersebut, Gubernur Jambi tetap mendorong percepatan proyek jalan khusus batu bara dan menegaskan target penyelesaian penuh pada 2026.