Penataan Kawasan Kantor Gubernur Jambi yang Tidak Bermoral: Menghapus Jejak Pahlawan, Menghamburkan Uang

Avatar

Pemerintah daerah seharusnya menghormati warisan pendahulu, bukan menghapusnya. Pembangunan sejati bukan hanya soal bangunan megah dan halaman kantor yang rapi, melainkan juga tentang melestarikan nilai, menghargai sejarah, dan membangun karakter masyarakat.

Baca Juga :  Hendri Yuli Rianto Haru melihat RTLH miliknya Mulai di kerjakan Satgas TMMD Ke-123 Kodim 0416/Bute

Rakyat Jambi berhak menuntut kejelasan:

Mengapa patung Sultan Thaha dihapus?

Apa urgensi penataan senilai Rp4,3 miliar itu?

Baca Juga :  Romi-Sudirman turut hadir dalam acara pelantikan tim pemenangan Di Ratu Convention Center (RCC)

Siapa yang diuntungkan dari proyek ini?

Selama pertanyaan-pertanyaan itu belum dijawab, proyek “penataan” ini pantas disebut bukan sebagai bentuk pembangunan — melainkan tindakan yang tidak bermoral dan tidak berjiwa sejarah.

Baca Juga :  Pasca Diungkap Juli 2024 Lalu, Dugaan Korupsi Kredit Macet PT PAL di Bank BNI Masih Terus Diselidiki

M. Sanusi, S.Ag,.M.H

Founder LKPDnD