Penataan Kawasan Kantor Gubernur Jambi yang Tidak Bermoral: Menghapus Jejak Pahlawan, Menghamburkan Uang

Avatar

Pemerintah daerah seharusnya menghormati warisan pendahulu, bukan menghapusnya. Pembangunan sejati bukan hanya soal bangunan megah dan halaman kantor yang rapi, melainkan juga tentang melestarikan nilai, menghargai sejarah, dan membangun karakter masyarakat.

Baca Juga :  Sarmidi Komandoi "ANNIVERSARY KE - 48 DESA PERINTIS" Lalui Dengan Rangkaian Berbagai Kegiatan Berlangsung Sukses

Rakyat Jambi berhak menuntut kejelasan:

Mengapa patung Sultan Thaha dihapus?

Apa urgensi penataan senilai Rp4,3 miliar itu?

Baca Juga :  Pemerintah Desa Bedeng 8 Bagikan BLT Tahap Ketiga

Siapa yang diuntungkan dari proyek ini?

Selama pertanyaan-pertanyaan itu belum dijawab, proyek “penataan” ini pantas disebut bukan sebagai bentuk pembangunan — melainkan tindakan yang tidak bermoral dan tidak berjiwa sejarah.

Baca Juga :  Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo Hadiri Pelantikan di Jambi

M. Sanusi, S.Ag,.M.H

Founder LKPDnD