Penataan Kawasan Kantor Gubernur Jambi yang Tidak Bermoral: Menghapus Jejak Pahlawan, Menghamburkan Uang

Avatar

Pemerintah daerah seharusnya menghormati warisan pendahulu, bukan menghapusnya. Pembangunan sejati bukan hanya soal bangunan megah dan halaman kantor yang rapi, melainkan juga tentang melestarikan nilai, menghargai sejarah, dan membangun karakter masyarakat.

Baca Juga :  Sarmidi Komandoi "ANNIVERSARY KE - 48 DESA PERINTIS" Lalui Dengan Rangkaian Berbagai Kegiatan Berlangsung Sukses

Rakyat Jambi berhak menuntut kejelasan:

Mengapa patung Sultan Thaha dihapus?

Apa urgensi penataan senilai Rp4,3 miliar itu?

Baca Juga :  Poster Dirinya Berpasangan Dengan H. Aspan di Pilkada Tebo 2024 beredar, ini tanggapan Afriansyah dan Ketua Tim Cakra

Siapa yang diuntungkan dari proyek ini?

Selama pertanyaan-pertanyaan itu belum dijawab, proyek “penataan” ini pantas disebut bukan sebagai bentuk pembangunan — melainkan tindakan yang tidak bermoral dan tidak berjiwa sejarah.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tebo Agus Rubiyanto didampingi Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi Turun ke Pasar Pantau Harga Kebutuhan Pokok

M. Sanusi, S.Ag,.M.H

Founder LKPDnD