Ia menegaskan bahwa masyarakat Jambi kini tidak lagi tertarik pada retorika “anti korupsi” dalam agenda formal seperti itu, tetapi menunggu tindakan nyata mulai dari audit terbuka, pencopotan pejabat yang bermain proyek, hingga penyerahan kasus ke aparat penegak hukum.
“Kalau gubernur benar-benar ingin bersih, tunjukkan langkah tegas bahwa dari pucuk pimpinan sampai dengan bawahan harus berintegritas dan bersih, Jangan hanya omon-omon minta bawahan jangan korupsi, tapi pembiaran tetap jalan,” tambahnya.
Banyak yang menilai bahwa teguran gubernur hanyalah formalitas rutin, sementara dugaan praktik-praktik kotor justru semakin kentara di sejumlah proyek strategis daerah yang ada di Provinsi Jambi.***





