TEBO – Warga Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, yang tergabung dalam kemitraan dengan PT Tebo Indah, kembali menyuarakan kekecewaan mereka. Pasalnya, lahan kebun sawit yang dikelola perusahaan hingga kini masih minim perawatan, bahkan sebagian besar dibiarkan menjadi semak belukar.
Ketua Koperasi Tujuan Murni (KTM), Sulaiman, membenarkan keluhan tersebut. Ia menyebut, dari total luasan lahan petani di wilayah Abling 3 seluas 905,72 hektare, hanya sekitar 300 hektare yang dibersihkan. Selebihnya, lebih dari 600 hektare masih terbengkalai.
“Kondisi ini jelas menyulitkan pekerja saat panen, karena semak menutupi lahan dan berdampak langsung pada menurunnya produktivitas. Akibatnya, hasil produksi sawit pun menurun, yang tentu berpengaruh pada bagi hasil petani,” ungkapnya, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Sulaiman, semestinya perawatan kebun menjadi prioritas utama dalam pola kemitraan. Tanpa manajemen yang baik, sulit bagi petani maupun perusahaan untuk memperoleh keuntungan sesuai harapan. “Harapan kami, lahan yang belum terawat itu segera dibersihkan sesuai standar, sehingga panen meningkat dan bagi hasil sesuai perjanjian bisa dirasakan,” tambahnya.
Selain soal perawatan, pihak koperasi juga menyoroti perencanaan kerja perusahaan yang dianggap kurang transparan. Koperasi, kata Sulaiman, seharusnya dilibatkan sejak awal agar target dan sasaran program kerja bisa dipahami bersama. “Kalau koperasi dilibatkan, kita bisa tahu kendala di lapangan dan strategi mengatasinya. Jadi pengelolaan bisa dikaji secara ilmiah, bukan hanya sekadar formalitas,” ujarnya.