Warga bahkan menyebut bahwa proyek jalan itu seharusnya anggaran tahun lalu. Namun, realisasi baru dilakukan tahun ini karena dana tahun sebelumnya diduga habis dipakai untuk menutup hutang pribadi sang kades. “Kalau hutang desa tidak mungkin, karena desa punya anggaran. Itu jelas hutang pribadi,” tegas warga.
Dari berbagai temuan ini, publik semakin yakin ada indikasi kuat dugaan korupsi Dana Desa sekaligus potensi pembangunan fiktif di Desa Telun. Mirisnya, hingga berita ini diterbitkan, Kades Telun sulit dihubungi dan tidak pernah memberikan klarifikasi. Masyarakat berharap Dinas PMD serta aparat penegak hukum segera turun tangan, agar dugaan praktik kotor yang merugikan rakyat desa ini diusut tuntas tanpa pandang bulu.***