Tebo  

Butuh Uluran Tangan, Bayi 8 Bulan Penderita Hidrosefalus

Avatar
Arisa Amelia ( 8 bln ) Penderita Hidrosefalus

TEBO – Sangat malang nasib Arisa Amelia, seorang bayi perempuan yang baru berusia 8 bulan menderita penyakit Hidrosefalus.

 

Arisa Amelia merupakan anak Sulung dari pasangan Puat (36) dan Yana (34). Keluarga yang berasal dari Desa Semambu Kembang Sri RT 05 Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

 

Saat disambangi media Infonegerijambi.com, terlihat Arisa menahan sakit luar biasa akibat menderita penyakit Hidrosefalus tersebut. Arisa hanya bisa berbaring tanpa bisa bermain seperti layaknya anak-anak seusia dia, yang bisa dilakukan hanya bisa menangis di selah pangkuan ibunya.

Baca Juga :  Kombes Pol Dhafi, Mulai 18 Maret Angkutan Batu Bara di Jambi Kembali Dihentikan

 

Menurut penuturan Yana, penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah terlihat sejak berusia 3 bulan, dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak yang membuat ukuran kepala Arisa tambah membesar.

 

“Sejak pengidap penyakit ini, Arisa harus rutin ke rumah sakit,” tuturnya, Selasa(21/01/2025).

 

 

Sungguh menderita yang dirasakan Arisa, terlebih kehidupan kedua orang tuanya yang serba kekurangan, balita yang semestinya bermain dengan ceria harus berjuang melawan perihnya penyakit yang ia derita.

Baca Juga :  Ditanya Soal Peningkatan Wisata Sejarah, Ini Solusi Dari Paslon 02 Agus-Nazar

 

Disebutkan, Puat, ayah Arisa kesehariannya adalah bekerja sebagai Buruh harian. Penghasilannya pun tak sebanding dengan beban yang harus ia tanggung.

 

 

Ia hanya bisa berharap dan berdoa semoga ada tangan-tangan dermawan yang bisa meringankan beban keluarganya.

 

 

 

 

Disisi lain Yana mengatakan, pengobatan untuk anaknya ini tidak hanya selesai di RSUD SultanThahaSaifuddinTebo. Bahkan dalam waktu dekat, mereka akan dirujuk menuju rumah sakit yang ada di Kota Padang.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Beras Bulog, Sat Intelkam Polres Merangin Pantau 6.330 kg Yang Disalurkan Kepada Warga

 

 

Hal yang lebih Yana takutkan lagi, tidak lain uang untuk berobat Arisa sudah tidak ada, Sementara sang suami masih terus bekerja keras mencari biaya pengobatan itu.

 

 

“Kami orang miskin seperti ini hanya bisa berharap, semoga ada yang mau membantu kami untuk mengobati Arisa,” harapnya dengan raut wajah bersedih.

 

Andrey

You cannot copy content of this page