Sastra  

PUISI 2 Putus Kaji Oleh alhendra dy

Avatar

Mantra lama kurapal tak mampu lagi menggetarkan arasy

Alunan syair ke siar tak jua sanggup menuntun pulang,

Kembali ke lorong sempit

Jalan yang pernah kita telusuri,

di lalui ada dan tiada airmata.

Baca Juga :  8 Tewas di PETI Sarolangun, Mahasiswa Jambi Akan Kepung Mabes Polri dan Kementerian ESDM

Memasuki rumah hati

Kampung diri.

Doa mentah,

kembali ke bismillah

Tak jua ada tuah

Hampa.

Tuhan maha bijak,

Bukankah kuasa memutar takdir merobah kisah ?

Benar !

Namun mulut berkata karena hati,

Baca Juga :  BUKIT KERAMAT BIRU

Tak kan di pandang kemunafikan jadi

pasrah, tawakallah.

Sebab,

Di setiap kejadian ada proses,

Ada perantara,

Ada asbab,

Pertanggungan,

Jawablah.

Tidak semudah membalikan talapak tangan, memutar balikan naskah.

Baca Juga :  Pemda Tebo dan Pertamina Awasi Distribusi LPG Subsidi, Temukan Pangkalan Jual di Atas HET

Semua sudah ada,

Tak bisa berlari, meski kecemasan sekencang cahaya,

Tak mungkin sembunyi dari kehendak, walau di sesulitnya persembunyian.

Sanggup telan

Tak sanggup,

Mati.

BANGKO JAMBI, 1623