Polres Bungo Panggil Saksi-Saksi Terkait Azroni Cs Polisikan Oknum Manajemen Pegasus

Avatar

Infonegerijambi com, Bungo – Kasus dugaan menghalang-halangi tugas Jurnalis dan perbuatan tidak menyenangkan oleh manajemen Pegasus Bungo terus bergulir. Teranyar, polisi memanggil sejumlah saksi-saksi.

Mereka yang sudah dimintai keterangan yakni Al Adha wartawan radarpublik.id dan Aprinadi wartawan faktanews24.com. Keduanya dimintai keterangan sebagai saksi.

“Benar. Saya dimintai keterangan pada Rabu (13/9/2023) kemarin. Semua keterangan terkait kejadian di tempat usaha Pegasus sudah kami sampaikan,” kata Al Adha kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga :  Upacara Kenaikan Pangkat Personel di Polres Tebo: Penghargaan untuk Dedikasi dan Pengabdian

Sementara itu, Aprinadi berharap kasus dugaan menghalang-halangi tugas Jurnalis dan perbuatan tidak menyenangkan ini segera dituntaskan oleh Satreskrim Polres Bungo.

“Sebagai perofesi seorang wartawan lah kami menyabit baik terkait proses hukum di negeri ini’  dan kami menderi kesempatan kepada penyidik satres Bungo untuk bekerja dalam kasus ini,proses hukum yang saat ini tengah ditangani oleh teman-teman kepolisian. Kita tunggu saja,” katany

Baca Juga :  Rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah oleh TMMD Ke-123 Tingkatkan Akses Pendidikan di Desa Teluk Kuali

Untuk informasi, peristiwa dugaan menghalang-halangi tugas Jurnalis dan perbuatan tidak menyenangkan ini, bermula ketika beberapa wartawan Bungo meliput kegiatan penertiban jam malam dan pengawasan minol oleh Satpol PP Bungo di Pegasus, Jumat (1/9/2023) sekira pukul 00.04 WIB.

Selanjutnya, beberapa wartawan ini ikut masuk ke ruangan Pub dan Bar Pegasus yang menjadi sasaran Satpol PP Bungo. Tak berselang lama usai mengambil gambar dan video, oknum manajeman Pegasus membentak salah satu wartawan sembari menanyakan surat tugas.

Baca Juga :  Viral di Media Sosial, Tongkang Batubara Tabrak Kerambah Ikan Di Muaro Jambi

Selanjutnya, salah satu wartawan yang bertugas saat itu, langsung diusir dengan cara didorong oleh salah satu oknum karyawan Pegasus.

Akibat tindakan arogan manajemen Pegasus ini, beberapa wartawan tidak berhasil mendapatkan informasi secara utuh terkait kegiatan penertiban jam malam oleh Satpol PP kala itu.
( khefin )