Cegah Stunting, 322 Posyandu di Kabupaten Tebo Serentak Pantau Pertumbuhan Balita

Avatar
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, S.E., M.Si., bersama Ketua TP Posyandu Kabupaten Tebo, Nur Chasanah Nazar, S.P., M.M., dan jajaran saat meninjau pelaksanaan penimbangan, pengukuran, serta pemberian Vitamin A di Posyandu Mangga Besar, Desa Cermin Alam, Kecamatan VII Koto Ilir. (INJ/Ist)

TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Sebanyak 322 Posyandu di seluruh Kabupaten Tebo secara serentak melaksanakan penimbangan, pengukuran, dan pemberian Vitamin A kepada balita selama Agustus 2026.

Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, S.E., M.Si., bersama Ketua TP Posyandu Kabupaten Tebo, Nur Chasanah Nazar, S.P., M.M., turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan di Posyandu Mangga Besar, Desa Cermin Alam, Kecamatan VII Koto Ilir, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  Pemkab Tebo Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Operasi Katarak Gratis

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Wakil Bupati Tebo Nomor 400/7.13/0944/DINKES/2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan dan kondisi gizi balita dapat dipantau secara berkala sekaligus mendeteksi sedini mungkin risiko stunting.

Melalui penimbangan dan pengukuran, petugas kesehatan dan kader Posyandu dapat mengetahui perkembangan berat badan serta pertumbuhan balita. Apabila ditemukan balita dengan berat badan tidak naik, underweight, wasting, maupun mengalami gizi buruk, selanjutnya akan dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dokter dan konseling lebih lanjut.

Baca Juga :  Perkuat Sinkronisasi Pusat–Daerah, Bupati Tebo Hadiri Rakornas Nasional di Jakarta

Pemkab Tebo menargetkan 100 persen balita di Kabupaten Tebo datang ke Posyandu dan mendapatkan pemantauan pertumbuhan. Target tersebut membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan keluarga untuk membawa anak secara rutin mengikuti pelayanan Posyandu.

Baca Juga :  PetroChina Raih Sertifikasi ISO, Tegaskan Komitmen pada Kualitas dan Keunggulan Operasional

Selain tenaga kesehatan dan kader Posyandu, keberhasilan program ini juga membutuhkan dukungan TP PKK, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tebo.